Kamis, 12 September 2013

CONTOH LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA SIFAT KOLIGATIF

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA
SIFAT KOLIGATIF












Disusun oleh :
1.      Aulia nur aziz
2.      Dedi irawan
3.      Dedi purnama
4.      Muh. Fajrul falah
5.      Wido muswarsinah



SMA NEGERI 1 MINGGIR
2013/2014
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat,hidayah dan inayah-Nya,sehingga kami dapat melalukan Praktikum kimia dengan judul PENENTUAN PERUBAHAN ENTALPI REAKSI.
            Dalam kesempatan ini tidak lupa kami  ucapkan trimakasih kepada ;
1.         Bapak Drs.Suharto selaku kepala SMA N 1 MINGGIR
2.         Ibu Puji MulyaningsihS.Pd selaku pembimbing  Praktikum
3.         Orang tua saya yang selalu mendukung saya
4.         Semua pihak yang telah membantu terlaksananya percobaan ini.

Kami menyadari bahwa dalam memlakukan percobaan ini masih jauh dari kesempurnaan,oleh karena itu kami harapkan kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun untuk percobaan ini.




                                                                                                            Penyusun










                                                                                                                                
DAFTAR ISI
Halaman Judul ..................................................................................................... i
Kata Pengantar.................................................................................................... ii
Daftar Isi............................................................................................................ iii

BAB 1 PENDAHULUAN................................................................................. 4

1.1 Judul Praktikum............................................................................................ 4
1.2 Tujuan Praktikum.......................................................................................... 4
1.3 Dasar Teori.................................................................................................... 4

BAB 11 METODE PRAKTIKUM.................................................................... 3

2.1 Alat dan Bahan............................................................................................. 5
2.2 Cara percobaan ............................................................................................. 5

BAB III HASIL PENGAMATAN.................................................................... 6

3.1 Tabel Percobaan............................................................................................ 6
3.2 Perhitungan................................................................................................... 6

BAB IV PENUTUP........................................................................................... 7

4.1 Kesimpulan.................................................................................................... 7
4.2 Saran.............................................................................................................. 7
4.3 Lampiran....................................................................................................... 8








BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Judul Praktikum    
Mengukur titik beku suatu larutan
1.2 Tujuan Praktikum     
·     Mengukur titik beku beberapa larutan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya
1.3 Dasar Teori
      Apabila suatu zat dilarutkan dalam suatu pelarut, maka sifat larutan itu berbeda dari sifat pelarut murni. Contohnya, larutan urea yang berbeda sifat dengan air murni biasa. Sifat-sifat larutan yang ada, seperti rasa, warna, pH, dan kekentalan bergantung pada jenis dan konsentrasi zat yang terlarut. Pengaruh jenis zat ya ng terlarut kecil sekali sejauh zat yang terlarut itu tergolong nonelektrolit dan tidak mudah menguap. Sedangkan sifat-sifat yang tiak bergantung pada jenis zat yang terlarut tetapi hanya pada konsentrasi partikelnya disebut dengan sifat-sifat koligatif suatu larutan.
      Sifat koligatif larutan adalah sifat fisis larutan yang hanya tergantung pada jumlah partikel zat terlarut dan tidak tergantung dari jenis zat terlarut. Banyaknya partikel dalam larutan ditentukan oleh konsentrasi larutan ditentukan oleh konsentrasi larutan dan sifat koligatif itu sendiri. Jumlah partikel dalam larutan elektrolit tidak sama dengan jumlah larutan non elektrolit, walaupun konsentrasi keduanya sama.
      Pada larutan nonelektrolit seperti gula, sifat-sifat koligatif berbanding lurus dengan molalitas larutan menurut hukum Raoult dan Henry. Larutan elektrolit memperlihatkan penurunan titik beku lebih besar. Dalam larutan elektrolit terurai menjadi ion-ion sehingga molalitas pertikel menjadi bertambah. Meskipun jumlah partikel dalam larutan elektrolit bertambah besar, tetapi perubahan sifat-sifat koligatif larutan tidak sebanding dengan perhitunagn jumlah partikel. Hal ini disebabkan terjadinya gaya tarik menaik antarionik. Ion-ion yang bermuatan positif tidak sepenuhnya merupakan satuan-satuan bebas. Setiap ion positif dari larutan akan dikelilingi oleh ion negatif, begitu pula sebaliknya.
Sifat koligatif adalah sifat yang disebabkan oleh kebersamaan jumlah partikel dan bukan ukurannya. Zat terlarut mempengaruhi sifat larutan dan besar pengaruh itu bergantung pada jumlah partikel. Sifat koligatif larutan dapat digunakan untuk menentukan berat molekul dari zat terlarut. Penurunan titik beku dari suatu larutan,Tf berbanding lurus dengan konsentrasi molal (m) dari suatu larutan. Setiap pelarut mempunyai konstanta tertentu yang
Besarnya penurunan tiitk beku larutan begantung pada konsentrasi zat terlarut. Semakin berat larutan, maka semakin rendah titk bekunya dan perubahannya hampir sebanding dengan perubahan konsentrasi. Penurunan titik beku juga bergantung pada jumlah pertikel zat terlarut dalam larutan.


















BAB II
METODE PRAKTIKUM

2.1  Alat dan Bahan
            Alat
1.              Neraca
2.              Tabung reaksi
3.              Sendok
4.              Pengaduk
5.              Gelas kimia
6.              Pipet
7.              Thermometer
8.              Rak tabung reaksi
Bahan
1.              Air suling
2.              Butiran es batu
3.              Urea 1 m & 2 m
4.              Nacl 1 m & 2 m
5.              Garam
2.2       Cara Kerja
1.              Masukkan butiran-butiran es batu dalam gelas kimia plastic sampai kira-kira ¾ nya. Tambahkan + 8 sendok makan garam dapur. Aduk campuran ini dengan sendok. Campuran ini adalah campuran pendingin.
2.              Isi tabung reaksi dengan air suling sebanyak 5 ml menggunakan pipet. Masukkan tabung ke dalam gelas kimia berisi campuran pendinginan sambil mengaduk campuran pendingin sampai air atau larutan dalam tabung reaksi membeku seluruhnya.
3.              Keluarkan tabung reaksi dari campuran pendingin. Saat larutan mulai meleleh masukkan thermometer. Bacalah thermometer saat garis penunjuk pada thermometer  dalam keaadaan konstan lalu catat suhu yang ditunjukkan oleh thermometer pada air (pelarut).
4.              Ulangi langkah diatas dengan mengganti dengan NaCl 1m,NaCl 2m, UREA 1m, UREA 2m
BAB III
HASILPENGAMATAN


3.1 Tabel Percobaan
No
Nama Bahan
Molalitas
Titik Beku
1
Air Suling
-
0OC
2
NaCl
1m
-3OC
3
NaCl
2m
-6OC
4
UREA
1m
-5OC
5
UREA
2m
-7OC



3.2 Perhitungan


NaCl 1m
= Kf x m x i
= 1,86 x 1 x 2
= 3,72
Tf        = - 3,72

NaCl 2m
= Kf x m x I
= 1,86 x 2 x 2
= 7,44
Tf        = -7,44

Urea 1m
= Kf x m
= 1,86 x 1
= 1,86
Tf        = -1,86

Urea 2m
= Kf x m
= 1,86 x 2
= 3,72
Tf        = -3,72






BAB IV
PENUTUP


4.1  Kesimpulan
Dari percobaan yang kami lakukan, kami dapat menyimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi titik beku dan penurunan titik beku ialah jumlah konsentrasi molal dan sifat larutan (elektrolit dan non-elektrolit). Dan garam dapur disini berfungsi sebagai stabilisator suhu es dikarenakan garam dapur dapat menghambat proses pencairan Es.



















4.3 Lampiran

1 komentar: